Archive for April, 2007

15

Monday, April 23rd, 2007

Selamat untuk FC Internazionale dan smua Internisti yang kemaren merayakan scudetto yang ke-15.
Sampean ngga perlu niru perayaan kayak gini kan? :-)

Forza Inter!

94475_2
94479_1

Hari Bumi

Monday, April 23rd, 2007

Earth_kite
Terlambat sehari, ngga papa deh..

Sekecil apapun usaha kita untuk menjaga bumi,
akan berarti banyak untuk diwariskan pada anak cucu kita nanti.
Selamat hari bumi.

-citizen.of.earth-

Life is a Ride

Sunday, April 22nd, 2007

Bike_1
Sampean pernahkah terpikir, kalo hidup itu seperti bersepeda. Kita harus menentukan tujuan, mencari rute yang akan ditempuh, mempersiapkan bekal, dan mengayuh sekuat tenaga hingga sampai di garis finish. Dunia yang kita huni ini semakin tua. Jalan yang harus kita tempuh pun ngga selalu lurus dan mulus. Banyak kejutan yang menanti. Kita bakal menjumpai tikungan tajam, tanjakan dan turunan, jalan licin, berbatu, berlubang, dan berpaku, serta polisi tidur. Halahh..

Ngga ada yang mudah memang. Tapi ngga ada alasan untuk nyerah. Kayuh..kayuhh..kayuuhh..

***

[Rumah, setengah tujuh]
Setelah sempet tertunda beberapa kali, akhirnya aku jadi juga pergi sepedaan sama Mas Dias. Ngga sabar rasanya untuk memulai debut dalam dunia persepedaanku. Halah. Jam setengah tujuh udah bangun, siapin sepeda dan kostum, trus tidur lagi! Hahaha..

[Sofa ruang tengah, setengah delapan]
Suara Kanjeng Ratu Hemas (pinjem istilahnya ya, Ndoro] membuatku terjaga, kaget. "Mas Diasnya udah nunggu itu lhoo, kok malah tidur lagii! Hayoo cepeet!! Graawww!!" Hyaaa!! Ampuun Kanjeng Ratuu…

[Depan rumah, setengah delapan lewat lima menit]
Aku dan Mas Dias udah siap di depan rumah. Pak Ibnu (ayahanda Mas Dias) dan temen beliau berangkat berdua, kelamaan nunggu aku siap-siap. Maaf ya Pakk.. hehe.
Aku pake jersey sepeda biru (punya Big Boss) dan celana basket (pinjem Dhek Rocky). Hehehe.. Ngga mau pake short pants super ketat kayak Mas Dias, kasian yang liat.. Wakaka.

[Masih depan rumah, setengah delapan lewat sepuluh menit]
Aku baru sadar kalo rantai sepedaku copot! Ya ampuun!! Benerin dulu yuukk..

[Beberapa ratus meter dari rumah, jam delapan kurang something]
Duh, belum-belum kok udah pegel. Aha! ternyata sadel-nya kurang tinggi, akibatnya kakiku ngga bisa lurus. Itu yang bikin cepet capek. Aku minggir sebentar, naikin sadel (alesan untuk istirahat.. hahaha) dan jalan lagi. Mas Dias nengok ke belakang, geleng-geleng kepala.. Hahaha. Maaf ya Mass ;p

[Utara Gebang, dua puluh menit kemudian]
Berhasil ngelewatin tanjakan dan turunan. "Ternyata ngga begitu capek, cuma segini toh", pikirku.

Aku (A): "Masih jauh Mas?"
Mas Dias (MD): "Setengahnya aja belum"
A: "Ternyata ngga capek-capek amat ya"
MD: "Wah, berarti lumayan juga kamu.."
A: "Hehehe.."
MD: "Kalo Bapak (Pak Ibnu) naik sepedanya ngeri. Was-wes-was-wes.."
A: "Whoee… beliau doyan ngebut toh.. Kuat juga ya.."
MD: "He eh tuh. Kita sih nyante aja. Pelan-pelan"
Aku baru nyadar kalo dari tadi itu nggenjotnya pelan-pelan banget. Kalo Pak Ibnu bisa kenceng, masak priyayi tangguh kayak aku kalah..
A: "Yuk, ngebut dikit Mas!"
MD: *pandangan agak ngga percaya* "Hah? Oh. Yukk!"

Mas Dias mengayuh sepedanya lebih cepet, dan aku nyusul di belakangnya.. Weeesss!

[Suatu tempat sebelum Mbesi, lima belas menit kemudian]
A: *ngga bersuara*

MD: "Mulai capek ya?"
A: "Hosh.. Yahh, lumayan.. Hosh.. Hoshh"
Faktanya adalah: Mataku mulai buram, lengan dan kakiku "geringgingen", tanganku mulai kesemutan, tenggorokanku kering, dan ngga punya cukup nafas bahkan untuk ngomong.. Hoshh.. Hosshh..

[Suatu tempat sebelum Mbesi, sepuluh menit kemudian]
A: "Mas, ini ngga pake istirahat ya?"
MD: "Hahahaha! Capek toh? Ngomong doong.."
A: "Lha ini udah ngomong. Haahh.. haaahhh… Ada orang mau pingsan kok malah ngguyu..Hhaah.."
MD: "Wakaka.. Ntar istirahat di pertigaan Mbesi situ ya.. dikit lagi kok.. ayo smangat!"
A: "Hahh..haahh.. Ampuuunn.."

[Surga dunia!! (Pertigaan Mbesi -red), entah jam berapa]
Haahh— Haahh— HaaahH—
A: "Mas.. Hahh..Hahh.. Kalo istirahat tuh harus berdiri gini ya? Ngga boleh duduk?"
MD: "Hahaha.. ya boleh lah. Mau duduk po? Monggoo.."
Tanpa ba-bi-bu, aku langsung menggeletakkan diri di pinggir jalan, ngga berdaya.
Mas Dias pasrah. Maaf ya Mas.. Hahaha. Yahh, jagoan kan perlu istirahat juga.. ;-p

[Lampu merah sebelum UII, jangankan mikirin waktu, bernafas aja udah susah..]
MD: "Eh Gung, terus aja. Kalo naik sepeda ngga perlu berhenti kok.."
A: "Oh.. iya Mas.. ngga berhenti.." (Hosh..hoshh..)
Sial! Kesempatanku untuk istirahat hilang sudah.. Padahal udah aku pas-in dari jauh supaya kena lampu merah. Huhuhu..

[UII, Jakal km 14]
Aku baru bener-benr sadar kalo kendaraan bermotor adalah penemuan terhebat sepanjang sejarah, dan Pakem ternyata jauuhh!!

[Beberapa ratus meter dari UII]
A: "Haa..ahh.. hubaa.. hubaa.. wuwuwuwuw.." mulai ngga waras*
MD: "Hahahaha. Istirahat dulu lg aja yukk.."
A: (Melotot-melotot.. menjulurkan lidah.. geleng-geleng kepala. "Wrrrlllwwllll.." Apapun untuk tetep sadar)
MD: "Minggir wae yuukk.. Kalo dipaksa nanti jantungnya pecah lho" *tatapan iba*

Waduh Mas, aku ngga tau lagi masih punya jantung apa ngga. Mas Dias memperlambat genjotan sepedanya, kemudian menepi.
A: "Hhh.. hahh.. Ampun Gustii.."MD:
"Pelan-pelan aja.. udah mau nyampe kok.."
Beberapa penyepeda melesat cepat dari arah atas, menyapa Mas Dias.
A: "Mas, kalo mau duluan monggo dehh.. Silakan.. Nanti aku tak nyusul sampean.."
MD: "Halahh. Mesti mau mbalik thoo? Udahh. istirahat dulu sebentar, trus habis itu lanjut lagi. Oke?"

[Finish: Pakem]
Eureka!! Sampai juga! Setelah mengalami keputusasaan berkali-kali, halusinasi, fatamorgana, dan gejala setengah sinting, akhirnya aku berhasil sampe di Pakem!! (di Rumah Sakit Jiwa-nya maksudnya.. hahaha). Ternyata di sana udah ada puluhan orang bersepeda ngumpul. Mereka minum-minum teh anget, makan jajanan pasar, atau sekedar ngobrol ngalor-ngidul berbagi cerita. Komplit wis!

Di sana bertemu seorang kakek berumur 82 tahun yang nyepeda dari rumahnya di Kota Gedhe. Beliau ini masih rutin bersepeda minimal seminggu sekali. Jangankan Pakem, ke Borobudur, Glagah, dan bahkan Solo pun simbah ini masih kuat! *geleng-geleng ngga percaya..* Oye tenan Mbah! Ngga kuku! :-)

Makasih banyak untuk Mas Dias, Pak Ibnu, dan Bapak-bapak temennya Pak Ibnu yang aku lupa namanya (maaf Pak..). Pengalaman yang hebat untukku. Walaupun capek, tapi seneng banget. Minggu depan lagi yukk! Eh, tapi minggu depan aku ke Jakarta.. Hehe :-)

Nah, sekarang aku tinggal pijet-pijet kaki sambil nggosok pake Counterpain, dan nempelin Salonpas. Harap maklum, lha wong balung tuwo.. :-)

.

-mens.sana.in.coropore.sano-

Life is a Fish

Friday, April 20th, 2007

Fish_monyong
At the moment, i´m feeling that life is like a river´s current.
You just flow with it, and see where it takes you. And
i´m like a fish, who wish to make it all the way to the end of the river without getting caught, eaten, or beaten in between.

I wonder where i´ll end up spending the rest of my life. Sometimes i´m getting tired of the place where I live now (this country *sigh*), but at the same time i´m loving it more. I´m tired of all of the messy-ness of it. Really. But I feel warm here when i´m gathering with my beloved family and friends. This is my home :-)

I just don´t know what I want to be in life, yet. It´s all a question mark now. How about you?

"Just keep swimming. Just keep swimming. Just keep swimming, swimming swimming. What do we do? We swim, swim, swim." -Dory (Finding Nemo)

PS: Btw, what fish am I? Not "arwana" I guess.. hahaha. Puas?? Puas?? :))

Selamat Hari Kartini

Friday, April 20th, 2007

Dozen_pink_rose
Selamat Hari Kartini,
sayang dan hormat pada perempuan terdekat :-)

-one.dozen.of.pink.roses-

Everything Is Alright … Isn’t It?

Tuesday, April 3rd, 2007

Survive_breathe
If I just breathe,
let it fills the space between
I know, everything is alright..

If I just breathe,
every little piece of me
You´ll see, everything is alright..

-bre
[a]the-
.

Update Bla-Bla-Bla

Tuesday, April 3rd, 2007

Writingpen
Dua bulan berlalu sejak terakhir kali aku nulis di sini, dan keadaan telah banyak berubah.

.

Terakhir kali aku nulis, aku baru aja pulang dari nonton bola. Nah, kalo sekarang, aku nulis sepulang dari main bola. Udah berubah kan? Sampeyan bisa lihat ada perubahan kata kerja di situ, dari "nonton" jadi "main". Halahh.. Tapi bukan perubahan itu yang mau kutekankan di sini, tapi perubahan keterangan tempat. Waktu itu aku nonton sepak bola di Stadion Gottlieb-Daimler, Stuttgart, sedangkan tadi sore aku main di lapangan parkir TK Budi Mulya, Condong Catur, Ngayogyakarta Hadiningrat. Nah di situ sampeyan bisa liat perbedaannya.. (tadi menang 10-9 lawan tim Coro. Silakan latian lagi.. hihihi)

Yup, aku udah kembali ke republik tercinta, Endonesah. Begitu pulang langsung mumet liat tanah air yang semakin runyam. Ternyata berita yang setiap hari aku baca di ranah maya tentang kondisi negara ini benar adanya. Mulai dari smakin parahnya bencana lumpur di Sidoarjo, bencana kapal Levina II, musibah pesawat Adam Air dan Garuda, brigadir polisi pecas ndahe yang ngamuk karena akan dipindah-tugaskan ke daerah,
seorang ibu yang bunuh diri dengan membawa serta ketiga anaknya, perilaku anggota DPR yang makin ngga tau malu (udah denger tentang permintaan anggaran untuk sewa pengawal pribadi?), sampai pencopetan yang aku liat langsung di KRL Jakarta-Bekasi. Well, home sweet home.. *mengelus dada*

Ngomong-ngomong soal pulang, sebenernya banyak temen-temen yang mengira kalo aku masih melanglang buana di sarang bule sana, terutama menurut temen-temen yang hanya ketemu via messenger. Itu salah kawan. Aku udah di Jogja… Tenan wis. Aku udah balik lagi ke rutinitas lamaku, menunggang motor tuaku, dua kali seminggu masuk kuliah, dan setiap hari berangkat ke pabriknya Juragan Mandor yang kumisnya masih tetep oke itu :-)

Banyak juga yang ngira aku udah lulus. Hwaduhh.. ini fitnah! Lha wong kuliah aja belum rampung. Masih ada mata kuliah ajaib yang harus kuperdalam. Hayoo, coba tebak, kuliah apa?
a. Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam
b. Ramuan dan Jampi-Jampi
c. Mantra dan Guna-Guna
d. Ekonometri
Jawabannyaa..? Ho oh! D!!
100 poin untuk sampeyan!
Hahahaha..

Bagian terbaik dari kepulanganku adalah (ehemm..) menemukannya kembali, My Little Fairy (a.k.a. Ndoro Putri). Jangan ditanya deh kita udah ngapain aja.. Hohohohoo… *ketawa ngga jelas*
.

Dua bulan berlalu sejak terakhir kali aku nulis di sini, dan keadaanku memang udah banyak berubah.
.

Perubahan lain (yang ngga penting) misalnya rambutku yang udah pendek lagi.. Huhuhu. Kalo ini, hasil cukur paksa yang diprakarsai oleh Ndoro Putri dengan iming-iming ditraktir nonton film Ghost Rider (semurah itu ya hargaku? Hahahaha!). "Dan aku rela meninggalkann.. rambutku…" *gaya Daid Naif* Halahh… Sampeyan-sampeyan yang dari kemarin protes karena aku kayak wedhok sekarang boleh tersenyum.. :-)

Nah, bagaimana dengan sampeyan? Ada cerita apa dalam 2 bulan terakhir ini?
.

-i.m.home-
.

PS:
I´m so glad to be here, really. But i should also confess that I´m missing that place so much.. Ich vermiße Deutschland zu viel..