27 Mei 2007

Earthquake_1_1Setahun berlalu sejak peristiwa itu. Hampir saja aku melupakannya. Kuhentikan sejenak langkahku, dan kukumpulkan kembali potongan memori yang sempat tercecer. Kususun potongan-potongan ingatan itu satu demi satu, seperti menyusun kepingan puzzle. Perlahan tapi pasti, memori itu kembali utuh. Aku merasa seperti menonton kembali film kesayangan yang udah lamaaaa terlupa. Seketika, perasaan itu menyusupi rongga dadaku yang tiba-tiba terasa semakin sempit. Perasaan getir yang amat sangat.. Tapi entah bagaimana, aku tetap tersenyum. Walaupun getir, aku merasa bahagia..

Aku bersyukur..

***

[Terus Hidup]

Aku dibangunkan oleh suara Kanjeng Ratu, "Gempaa.. gempaa!! Banguun, Naakk!" (Suara Kanjeng Ratu bener-bener ampuh deh. Bahkan Troll Gua pun bakal bangun kalo denger teriakan beliau di pagi hari..hihi). Aku berusaha untuk sadar walaupun jutaan ton pemberat masih menggelayuti mataku. Rasanya pusiing. Duniaku berguncang hebat dengan suara berisik. Sangat sulit untuk bangun dan berdiri tegak. Aku memang baru tidur kurang dari satu jam, karena semaleman ngerjain tugas kuliah. Makanya, waktu itu aku pikir duniaku saja yang berputar akibat kurang tidur. Baru beberapa detik kemudian aku sadar kalo ada yang ngga beres.. Gempaa!! Aku mengucek mata sebentar lalu dengan tergopoh-gopoh berlari keluar rumah. Aku yang terakhir keluar.. Dan sesaat kemudian bumi berhenti mengamuk.

Bagi sampeyan yang juga mengalami kejadian pagi itu, mungkin tau gimana pemandangan di luar rumah. Semua orang tampak bingung, dengan muka dan pakaian "ajaib"  berdiri di halaman rumah, dan melemparkan pandangan menuduh ke arah utara, ke Gunung Tinggi Besar itu, yang waktu itu memang lagi suka cari perhatian.. Hihihi. Si Gunung Tinggi Besar itu pun bingung kenapa semua orang memandang ke arahnya, dan seolah ia berkata "Hei, yang tadi itu bukan aku!".

Aku selalu menganalogikan kejadian ini seperti ketika kita sedang ngumpul rame-rame, lalu tiba-tiba mencium bau mematikan. Mak nyuuss.. Spontan, smua orang langsung melempar pandangan nuduh ke salah satu teman tercintah yang secara historis memang punya "catatan emas" dalam bidang ini. Hahaha.. Trus teman kita ini berseru panik, "Ehh! Bukan Gue!! Enak aja!!". Ternyata memang bukan dia pelakunya. Hahahaha.. (siapa hayooo??)

Kehebohan di pagi itu ternyata hanya sebuah pembuka dari kisah yang akan selalu dikenang oleh siapapun yang mengalaminya. Aku merasa sangat bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk terus hidup.. Sekali lagi kita diingatkan betapa kecilnya manusia di hadapan-Nya..

[Pertemuan itu]

Pernahkah kamu mengalaminya: pertemuan yang telah mengubah hidupmu. Pertemuan itu membuat hidupmu lebih nyeni, lebih berwarna, dan lebih menyenangkan. Pertemuan itu membuat hidupmu terasa lebih hidup. Halahh.. Pernahkah?

Aku pernah, dan aku sangat bersyukur karenanya :) Aku beruntung bisa bertemu dengan mereka, sahabat-sahabat terbaikku. Tak terhitung berapa banyak petualangan yang kualami bersama teman-teman ajaib yang wagu, ndeso, njelehi, dan ndak mutu itu.. hahaha. One of the best part of my life is with when i’m with u guys!

Karena persitiwa itu pulalah aku bertemu dengan teman-teman kecilku di Rumah Teman. Malaikat-malaikat kecil inilah yang mengajarkanku ketegaran, semangat hidup, dan harapan. Melihat bagaimana mereka bisa tetap ceria di tengah musibah dan segala keterbatasan hidup, menyadarkanku bahwa dalam situasi sesulit apapun kita masih punya harapan.

Sesulit apapun, kita masih bisa tersenyum :)

***

"Selalu ada hikmah dibalik musibah", itu yang sering dikatakan Kanjeng Ratu kepadaku. Sekarang aku baru ngerti makna kalimat sederhana itu. Sepahit apapun cobaan hidup yang dihadapi, kita masih patut bersyukur.

Selalu ada pelajaran yang bisa dipetik dari sebuah peristiwa. Sebuah musibah merupakan awal dari perjalanan baru, yang arahnya ditentukan oleh bagaimana kita menyikapinya. Bukan begitu?

Nah, adakah pelajaran yang sampeyan petik dari musibah ini?

.

-satu.tahun.gempa.jogja-

.

PS: posting ini juga aku bikin untuk Dia yang sedang bersedih.. U´ll be alright.. :)

One Response to “27 Mei 2007”

  1. Dannuuurr Says:

    Huhuhu.. seneng diperhatiin.. huhuhuhu..>>sok2 masih sedih biar teteb diperhatiin.. kikikik.. caper!

Leave a Reply